Archive for March 4th, 2008
MILAN 0-2 ARSENAL
MILAN 0-2 ARSENAL

FULL TIME: The final whistle goes and Arsenal quite rightly celebrate a famous result in Italy. The defending champions are out and their season looks to be over. As for The Gunners, they go on in Europe with a timely win that will restore confidence for the title run-in. (skysports.com)
Akhirnya the Young Guns Arsenal bisa melahap mesin tua Milan di San Siro markas kebesaran Milan. Tumbang sudah rekor tak pernah kalah milan dari klub2 Inggris di San Siro. Menguasai sepanjang pertandingan dari babak pertama, gol Arsenal baru tercipta di menit ke-85 oleh Fabregas. Apakah cukup puas hanya dengan satu gol? Ternyata tidak, di saat pemain Milan terburu nafsu untuk mencetak gol balasan, justru di injury time Adebayor berhasil mencuri gol kedua berkat umpan Walcott… Kabooommmm, Arsenal have reached the last eight of the Champions League after beating the holders 2-0 at the San Siro.
Pertandingan benar2 milik Arsenal. Bermain tandang serasa bermain di kandang. Seperti kata mas Rizqi (temen kantor) yang sehidup sehati sama Milan, “Babak 2 SKJ!! Senam Jantung…! Besok pagi sehat…“. Haha2,,, sepanjang pertandingan kami berdua saling komentar lewat sms. Sayang juga kalau Milan harus kendas di perempat final. Padahal kalo ketemunya pas final or minimal semi final pasti lebih seru lagi…
Well, conratz to Arsenal mudah2an bisa jadi juara UCL tahun ini…
Link terkait:
OkeZone
DetikSport
Marah…
Sial… sore2 mau pulang malah kena semprot marah pelanggan… Ntah siapa yg memulai lebih dulu, tapi kalimat terakhirnya sungguh menyengat:
“Perusahaan Anda tidak profesional. Saya tantang Anda untuk @#%$*%^”
Wow, orang klo lagi marah memang sama, mudah sekali makian keluar dari mulutnya hanya gara2 ada masalah yang sebenarnya berasal dari dia jg… Masalah itu pun juga timbul karena ybs sendiri tidak mematuhi rule perusahaan. Saya heran kadang dengan orang2 seperti ini… Jika ada yg tidak beres langsung aja marah2 dengan memaki2, seolah2 haknya telah di-dzolimi selama bertahun-tahun… Padahal kewajibannya juga belum ditunaikan secara benar…
Marah memang mudah, semua orang bisa melakukannya… tapi marah pada orang yang tepat, waktu yang tepat, tujuan yang tepat dan cara yang tepat sungguh tidak mudah… Perlu kekuatan tersendiri untuk melakukannya… Dan akhirnya, batasan seseorang nampak saat ia marah. Halah, kok akhirnya malah jadi retoris gini…

