Selalu pikirkan akhirnya…
Akhir2 ini saya merasa kurang motivasi untuk mengerjakan sesuatu, dimulai dari menulis skripsi, menyelesaikan pekerjaan2 kantor dan tanggung jawab2 lainnya… Ingin sekali rasanya bisa lari dari ini semua dan memulai sesuatu yang baru. Saya termasuk orang yang kurang bisa fokus bekerja pada satu bidang sampai selesai. Saya lebih suka bekerja secara acak dan saya juga lebih menyukai banyak pekerjaan yg berbeda2 daripada mengerjakan satu pekerjaan itu2 saja. Sebenarnya ini bukan kebiasaan yang baik, tapi sepertinya ini memang sudah menjadi karakter saya… 
Kebetulan minggu lalu ada teman lama yang menelepon saya (sekitar 2 jam lah). Menanyakan kondisi saya saat ini dan membanding2kan dengan dia sendiri. Awalnya dia bilang begini, “Wah Alva enak dari dulu gak pernah nganggur, bahkan blm lulus pun dah dapet kerja… kalo awak ini apa lah (dengan logat medannya…)”
Jawab saya, “Nah itu masalahnya, aku gak tau setelah lulus nanti mo ngapain lagi… Bingung cari kehidupan baru apa lagi setelah lulus…”
Teman saya ini menimpali, “Lah memangnya klo dah lulus mo keluar ya? Jangan gitu lah, memulai sesuatu yang baru memang mudah, tapi mengakhiri cita2 menjadi kenyataan itu yang sulit. Selalu pikirkan akhirnya ketika sedang bekerja, jangan gampang ngikut sesuatu yang baru. Rumput tetangga memang selalu lebih hijau…”
Dia menambahkan lagi, “Kalau pindah di tempat baru kan otomatis harus mulai lagi, adaptasi lagi, belajar lagi dengan semua lingkungan yang benar2 baru. Bahkan lingkungan mu nanti juga adaptasi lagi untuk menerima mu di antara mereka…”

[Teman saya ini memang seperti kereta klo ngomong, gak bisa berhenti. Jadi dari percakapan 2 jam ini yang 1,5 jam dia terus yg ngomong... Jelas gak mungkin dong klo saya, bisa pingsan nanti 1,5 jam ngomong... hahaha]
Di akhir percakapan dia bertanya tentang skripsi saya, “Klo skripsi gmn? Dah siap (selesai-red) blm?”
Saya jawab, “Belum, gak semangat nih mo nulis… Bawaannya pengen tidur mulu…”
Dia jawab, “Kok gitu, jangan gitu lah (ya…, lagi2 logat medannya keluar)… Pikirkan perasaan orang tuamu klo lulus nanti. Kau jg bisa memulai hal2 lebih tinggi setelah ini. Jangan inget2 susahnya waktu ngerjain, tapi ingat senengnya waktu selesai nanti…“
Yup, lagi2 dia mengingatkan saya untuk selalu mengingat akhirnya… Dia hapal karakter saya, saya selalu menyukai permulaan baru tapi kurang bisa fokus untuk bisa menjaganya sampai akhirnya gagal. Adrenalin saya mengalir saat memulai sesuatu yang baru, tapi menjadi padam saat harus mengerjakaan pekerjaan yang itu2 saja. Apa memang harus saya ubah ya sifat ini?
Tapi seiring dengan berjalannya waktu saya juga sadar bahwa memang ada 2 jenis orang di dunia ini, yaitu pemula dan pengakhir penuntas Pemula selalu bisa memulai sesuatu yang baru, bisa menciptakan ide2 dan gagasan2 baru, bisa menjaga visi dari sebuah tim hingga mendapatkannya, bisa menyelesaikan masalah2 acak yang mengacaukan tim… Tetapi ada juga penuntas, yang bisa dengan fokus mengerjakan pekerjaan, menerjemahkan ide2 pemula menjadi realita yang nyata. Tidak ada yang lebih bagus di sini, yang terpenting memahami dimana posisi kita sebenarnya… Dua2nya dibutuhkan dalam suatu tim untuk bisa maju…
[Sekian dulu, karena saya harus ke kantor… mungkin lain kali saya sambung dengan tulisan terkait…]


G nglanjutin mimpi jadi wirausaha va? Kan lingkungan kerjanya dinamis, g monoton itu itu aja. Klo bosen tinggal diversifikasi usaha
yang punya bramantyo.com
18 March 2008 at 15:15
@ yang punya bramantyo.com
hohoho, betul bram… kayaknya mmg pgn wirausaha aja bram… yang tantangannya banyak gak monoton… doain aja ya… he2
eh, piye krasan gak kerja di ericsson?
alva.hendi
19 March 2008 at 02:16
Om alva, tulisannya bagus loh, jujur dan mengalir.
Trims ya traktirannya yang kemaren:D apalagi tipsnya very inspired.
Ucok
21 March 2008 at 06:09
kok mirip yak?
kosha
21 March 2008 at 19:51
sealiran >.<
saya juga lagi nyusun proposal skripsi dan kerjaan di kantor juga menambah tekanan saya.
dan saya juga sempat kepikiran selesai lulus kuliah mau pindah ke kantor yang baru.
tapi mungkin ada benarnya untuk memikirkan akhirnya.
salam,
Deddy Huang
22 April 2008 at 12:23
Menjaga mood emang gampang-gampang susah. jadi hanya ngandelin mood buat nyelesein tugas/kerjaan gak cukup. mungkin tergantung jenis tugasnya juga sih..
Untuk hal-hal teknis seperti skripsi, tugas kantor, kalo kita sudah setting tujuan, lalu langsung kita kerjakan, kita sebaiknya tetap konsisten dan intens gak peduli perasaan berkecamuk seperti rasa malas, penginnya hang out muluk, dll.
Untuk hal-hal non teknis, seperti tugas melukis, ngarang lirik lagu, dll. emang rata-rata ngandelin mood biar hasilnya lebih optimal.
Jadi, biasakan kategorikan tugas/kerjaan kita ada di area teknis atau non teknis
Gitu aja kali ya..
akmal
22 April 2008 at 12:35