Serunya Perang Tarif Operator Seluler…
Selasa, 18/03/2008 16:42 WIB
‘Operator Jangan Ngoyo Turunkan Tarif’
Dewi Widya Ningrum- detikinetJakarta -
“Jaringan yang Anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi…” Suara tersebut kini sering berdengung di telinga pengguna telepon seluler saat mau menelepon. Saking sibuknya, untuk menelepon saja harus berkali-kali pencet tombol biar bisa dapat jaringan.Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengimbau agar operator jangan ngoyo berlomba-lomba menurunkan tarif. Pasalnya, penurunan tarif akan berdampak pada kualitas layanan baik data maupun suara.
more…
Saya heran liat perang tarif operator seluler akhir2 ini di media masa. Awalnya XL yang bikin gebrakan telp murah, sampai2 di iklan dikatakan, “Kalo ada yang lebih murah, gue kawin sama monyet!“, ternyata XL memang lebih murah, so jadi deh kawin ma monyet… hahaha…
Sayang kemudian iklan ini ditandingi dengan Indosat, malah angka nolnya (0) sampe gak bisa dihitung pake jari… Yang serunya ternyata XL tidak tinggal diam dengan kehadiran iklan ini, langsung deh bikin gebrakan untuk menyaingi tarif ini. Nah dari sebelumnya kawin ma monyet, sekarang kawin deh ma kambing, hi3…
Sebenarnya sungguh disayangkan perusahaan sebesar XL tergoda begitu saja dengan perang iklan seperti ini. Menurut saya dengan menurunkan tarif, gengsi perusahaan juga tidak otomatis terangkat, produk juga blm tentu laris dan pertarungan ini juga tidak dimenangkan oleh operator dengan tarif termurah. Pelanggan saat ini sudah jeli memilih pasar. Bahkan saya yakin telah memiliki fanatisme sendiri2 terhadap operator selular yang digunakannya.
Lihat saja flexi, meskipun susahnya minta ampun untuk ditelpon (karena flexi memang bukan telepon biasa
) tetap saja memiliki banyak pengguna di Indonesia… Bertahun2 dijanjikan ada perbaikan nyatanya sama saja. Ini karena bidikan awal dalam promosi sudah tepat. Nah perang tarif yang terjadi saat ini jangan sampai menurunkan kualitas layanan itu sendiri (seperti berita yg saya kutip di atas atau seperti di tulis mas Harry Sufehmi).
Kembali ke perang tarif tadi… Lalu, bagaimana dengan operator lainnya? Apakah juga ikut2an akan banting harga? Wait & See… Tapi saya melihat telkomsel sebagai operator terbesar justru adem2 aja menghadapi perang tarif ini. Wajar sih, dengan tarif mahal seperti sekarang saja penggunanya masih setia bertahan. Mungkin mitos jika telkomsel turun tarif, operator seluler lain bisa kukut bisa jadi benar, he3…
Sebagai pelanggan sebenarnya kita tidak dirugikan sama sekali. Tapi pelanggan tentu tidak ingin mencari produk murah dan murahan. Semua pelanggan di dunia pasti mencari produk murah dan berkualitas. Oke saat ini tarif sudah murah, lalu bagaimana dengan kualitas? Kita lihat saja, semoga kedua operator yang sedang bersiteru ini bisa tetap menjaga kualitasnya…
[saya tetap pengen liat kelanjutan iklannya XL, kira2 operator mana ya yang bisa bikin dia kawin lagi sama... lumba2 kali...
]







hmm, klo menurutku sih ada maksud2 tertentu di balik perang tarif. di iklan2 kebanyakan berbunyi “berlaku sampai 30 april 2008″. apa karena mau dirilisnya regulasi tarif dari pemerintah yg udah lama jadi wacana itu? who knows..nikmati aja perangnya, hihi..
btw, iklan apa tu yg kawin ma monyet, kambing tu yg bener..hwehe..
ferdi
19 March 2008 at 07:11
@ ferdi
kayaknya mmg gitu… jadi yang bikin turun tarif sebenernya ya karena mmg disuruh pemerintah… kita sebagai pengguna cukup duduk manis menikmati hasilnya, hehe…
btw juga, lah piye tho pung, dia kan poligami… sebelum kawin ma kambing kan dah ada iklannya dia kawin ma monyet…
alva.hendi
19 March 2008 at 08:41
Wajar lah klo kualitas turun ,make GSM sih, half rate pula. Jebolll… Paling sering tu kehabisan timeslot buat traffic ngobrol. Biasanya SMS juga jadi sulit soale settingan SDCCH nya dikurangi, yang tadinya 1 timeslot tersendiri jadi digabung ama timeslot 0 untuk menambah channel traffic.. ya wajar aja klo jaringannya tambah busuk..
Tapi klo g gitu, aku g bisa makan nuw, lha operator g bisa bayar vendor, hehehehe.
Ki masih training sih va, blm tau kerjaannya. Sementara masih ngguyu dibayar. hehehehe
yang punya bramantyo.com
19 March 2008 at 10:43
“Bahkan saya yakin telah memiliki fanatisme sendiri2 terhadap operator selular yang digunakannya”
gw s7… termasuk gw tuh meski jaringan sering ngadat alias ga karu2an tp tetep aja ga mau ganti kartu..hehehe. jd iklan2 bombastis sprt itu hampir g ad pengaruhnya…
affcell
21 March 2008 at 03:06
lah eman-eman nomorku dari tahun 1999 jhe..
masih 10 digit, seharga 250rb pulak waktu itu…
kosha
21 March 2008 at 19:49
kalo batasnya cuma 1 jam, puas ga??
PUAS = Paling cUmA Satu jam
Bri
30 March 2008 at 10:04
Sayangnya ndak semua informasi disampaikan secara gamblang ke masyarakat.
Seperti ketika ada tulisan besar 600 SAMPAI PUAS, syarat dan ketentuan pemakaian ndak dicantumkan dengan jelas.
Yang sering terjadi hanya dicatumkan berupa tulisan kecil di pojok itu pula ndak dicantumkan syaratnya apa.
Sedih deh
sigid
31 March 2008 at 06:56
@ bramantyo
wah bahasamu bram, ra donk aku…
@ affcell
)
he2, sampeyan pakai operator apa mas? saya juga masih setia nih sama telkomsel… (padahal terlanjur daftar pasca bayar dan nomornya juga cuantique jadi menerima segala resiko
@ kosha
hoho, selamat jalan jendral… halah… iya dipertahankan aja, kalo perlu sampe nomor hape jadi 20 digit punya mu masih 10 digit… kan keren tuh
@ bri & sigid
betul mas rata2 syarat dan ketentuan berlaku… yang lumayan murah tanpa syarat sebenarnya starone, telp ke sesama murah, ke lintas operator juga murah…
btw, saya bukan orang indosat lho… :-p
alva.hendi
31 March 2008 at 09:32
perang tarif jangan terlalu membodohi pelanggan. ngomong yang pasti2 aja………
gawok
30 April 2008 at 14:27
hm.. kalo udah menyangkut masalah beginian.. hubungannya pasti sama etika Bisnis.. kalo di fokuskan lagi isa ke bagian “Pengiklanan” karna jelas sudah para “aktor” ini membohongi masyarakat.. dan ga mematuhi tata cara periklanan..
MazTampan
1 July 2008 at 15:21
…….. ya sru c..!!! jadi pada murah tp
sayangx ga sesuai dgn kualitas
ya gtu lah…. harga turun eh…kualitas jga turun
melia
29 July 2008 at 15:29