Archive for March 20th, 2008
…hampa…
ketika ibumu melahirkanmu…
…kamu menangis
dan orang2 disekitarmu tertawa gembira…
maka… berbuatlah untuk suatu hari
dimana orang2 menangisimu…
…sedang kamu bahagia
Tepat pukul 04:04 dini hari tadi HP saya berbunyi… ada 3 sms yang masuk, ketiganya dari teman2 di Medan… ketiganya memberitahukan berita yang sama: ‘salah seorang sahabat saya, AISYAH WULANDARI HAFRINA, telah meninggal tadi malam…’. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun…
Spontan saya beranjak dari tempat tidur, seperti disambar petir di siang bolong malam hari… Salah satu nomor berasal dari nomor almarhum, rupanya memang keluarganya yang mengirimkan sms ini… Almarhum memang bukan sekedar sahabat biasa… Banyak orang yang lalu lalang dalam kehidupan saya, tapi hanya beberapa yang meninggalkan bekas… Almarhum adalah salah satunya…
Gimana tidak, dia lah orang yang pertama kali mendeklarasikan untuk menjadi sahabat saya waktu saya pertama kali di Medan dulu… Saat itu saya masih SMP dan tidak banyak teman karena memang baru pindah… Sahabat pertama saya adalah Agung (karena memang sebangku), kemudian Aisyah dan Aris. Dengan saya lengkap menjadi 4–A… kemudian bertambah dengan Evelin, Wenny, Antony dan Bani… Sebagai perayaan atas persahabatan ini, kami nonton bareng film “Kuch Kuch Hota Hai” dan kalo gak salah, saya yang disuruh bayarin waktu itu (karena memang lg ultah)… Banyak kenangan indah yang sudah kami lalui bersama…
Makanya saat berita ini datang, seharian tadi saya merasa hampa… sedih-bingung bercampur menjadi satu gak tau harus diapain… kesedihan ini saya tumpahkan di blog ini… Mati itu pasti dan janji Allah adalah benar, ‘Semua yang bernyawa pasti akan mati’… Bahkan kita yang hidup pun hakikatnya hanya menunggu antrian untuk mati, tidak seorang pun bisa menghindarinya…
Kawan… hari ini kau telah mengingatkanku bahwa nyawa adalah milik Allah yang dipinjamkan kepada setiap manusia… kita diamanahkan untuk menjaganya dengan amalan baik. Saat Allah berkehendak, kapan pun Ia bisa mengambilnya, baik saat kita lengah maupun waspada… Kapan pun itu dan kita tak akan pernah tau. Bila Allah mengatakan ‘cukup’ bagi kita untuk merasakan dunia-Nya, maka kematian harus kita terima… Sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan hanya kepada-Nya lah kita kembali…
– jogja, 20–03–2008 –

