Apa Teori Sukses Anda?
Silahkan Anda masuk ke Gramedia dan cari lah buku-buku yang bertemakan kesuksesan. Saya yakin Anda akan terperangah melihat banyak nya buku-buku yang menawarkan strategi dan kiat-kiat untuk menjadi sukses. Tidak hanya dari penulis luar saja, buku2 karya penulis lokal juga tidak kalah banyaknya. Setiap buku mengulas srategi, langkah2, dan teknik2 tertentu untuk mencapai sukses. Saya tidak ingin menambahi lagi teori2 kesuksesan yang sudah banyak ini. Tetapi saya tertarik menulis mengapa bisa lahir banyak sekali teori2 tentang sukses. Teori apapun yang Anda pilih adalah yang terbaik buat Anda. Sukses bukanlah masalah kekayaan, jabatan atau prestasi. Tetapi lebih ke proses Anda sehari-hari dalam mencapai tujuan itu. Jadi teori sukses apapun yang telah Anda pilih dan telah menemani Anda selama ini, itu lah yang terbaik bagi Anda.

Nah jika memang demikian, mengapa tiap hari terus bermunculan teori2 kesuksesan? Benarkah buku-buku kesuksesan seperti ini bisa membuat Anda sukses? Atau justru sebaliknya, Anda sering membaca buku-buku sukses tetapi hidup Anda tidak sukses sama sekali? Untuk menjawabnya, ada beberapa fakta yang harus kita renungi:
Tujuan seseorang dapat dicapai dengan cara dan motivasi yang berbeda-beda
Anda tentu pernah mengalami bahwa, teman Anda bisa sukses dengan menggunakan cara A. Tetapi tidak demikian dengan Anda, Anda justru sukses dengan cara B. Tidak perlu takut akan hal ini. Jika memang B yang terbaik bagi Anda, jangan pindah ke metode A. Meskipun teman Anda sukses dengan metode ini. Ada banyak jalan menuju roma, demikian juga dengan sukses. Banyak pintu2 yang bisa Anda gunakan.
Contoh yang paling sering kita lihat adalah metode belajar. Banyak mungkin di antara kita yang menolak cara belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) dengan berbagai alasan ini itu lah. Tapi percaya atau tidak banyak pelajar bisa berprestasi di sekolah/perguruan tinggi dengan cara ini. Tetapi untuk orang dengan ingatan lemah (seperti saya) cara ini justru tidak berhasil sama sekali. Jika memang Anda bisa mencapai tujuan dengan cara yang tidak lazim bagi orang lain, lakukan lah. Toh ini keberhasilan Anda, bukan keberhasilan orang lain.
Setiap orang mempunyai tujuan yang berbeda, dengan demikian motivasi yang mereka perlukan juga berbeda
Jika Anda disuruh memilih, menjadi bijaksana atau menjadi kaya. Maka mana yang Anda pilih? Kalo saya pribadi memilih menjadi kaya (he3, tapi bukan matre lho!). Kenapa saya memilih ini? Karena setiap orang pasti akan memilih sesuatu yang belum dimilikinya. Tidak mungkin tidak, ini adalah hukum kebutuhan. Nah, dalam hal ini saya memilih ‘kekayaan’ karena saya merasa sudah memiliki ‘kebijaksanaan’. Oleh karena itu, saya cenderung termotivasi dengan buku2 yang mengajarkan tentang financial freedom, entrepeneur dan bisnis. Saya sudah tidak lagi termotivasi dengan buku2 personal skill atau pengembangan potensi diri.
Akan tetapi jawaban saya akan berbeda jika pertanyaan ini diajukan ketika saya masih SMA. Saat itu saya benar2 tertarik untuk mempelajari pengembangan diri. Oleh karena itu saya sangat tertarik sekali dengan buku2 karangan Antony Robin, Steven R. Covey atau David J. Scwarthz yang banyak berisikan tentang motivasi untuk membangkitkan potensi dalam diri kita. Saya belum tertarik buku2 yang bertemakan bisnis. Jadi sebaiknya Anda cari dulu apa yang memang menjadi tujuan Anda saat ini.
Kebutuhan manusia sering berubah, demikian halnya dengan motivasi yang dibutuhkannya
Mungkin Anda pernah mengalami kondisi dimana motivasi Anda terbakar berapi-api setelah membaca suatu buku. Anda jadi giat berusaha untuk mencapai kesuksesan Anda. Tetapi buku yang sama tidak membuat Anda termotivasi sama sekali saat Anda baca lagi. Ini bisa terjadi karena memang kebutuhan dan kondisi psikologis manusia selalu berubah. Anda mungkin penggemar buku2 kepemimpinan (leadership), tetapi Anda sedang depresi karena gagal dalam bisnis. Dengan demikian, buku2 tentang mengubah kegagalan menjadi batu loncatan lebih tepat untuk Anda saat ini.
Kasus yang sama mungkin terjadi saat Anda menemukan buku ‘Best Seller’ tetapi tidak menambah motivasi sedikit pun bagi Anda. Saya sering mengalami hal ini. Terakhir saat membeli buku “The Secret”. Buku yang katanya best seller ini isinya hambar, sama sekali tak berbekas setelah membacanya. Karena memang saat itu saya baru saja selesai membaca teori fokus yang luar biasa. Tetapi sebulan berikutnya, saat benar2 dibutuhkan, baru saya menyadari kehebatan buku ini… Jadi, Anda tidak bisa mengandalkan satu buku terus menerus untuk sukses. Untuk urusan ini Anda lah yang paling mengerti. Jujurlah dengan diri Anda, apa kebutuhan Anda saat ini.
Motivasi adalah ‘gagasan’ buatan manusia, sehingga sangat sulit untuk menguji kebenarannya
Motivasi tidak lain hanya lah ‘gagasan’, ‘alasan’ atau ‘ide’ yang dibuat manusia untuk mencapai tujuan tertentu. Karena sifatnya hanya gagasan (ide) tentu tidak mudah untuk menguji kebenarannya. Dan karena itu pula, bisa lahir banyak teori dari bermacam2 pihak. Tidak ada yang salah dengan ini karena itu semua hanya lah gagasan. Jika memang seseorang bisa berhasil, tentu akan menjadi kabar baik. Jika memang tidak ya tidak bisa kita salahkan. Teori sukses tidak bertanggung jawab atas kegagalan Anda. Anda lah yang bertanggung jawab atas semuanya.
Teori kesuksesan dibuat dengan latar belakang proses dan kebutuhan yang berbeda-beda
Lahirnya sebuah teori kesuksesan diawali dengan proses yang panjang dan beragam. Dari proses ini lah lahir teori kesuksesan baru. Jika Anda membaca buku “Rich Dad Poor Dad” tentu memahami kenapa Robert Kiyosaki melahirkan konsep passive income for financial freedom. Demikian juga penulis-penulis lainnya pasti memiliki kisah dan proses hidup yang beragam. Terkadang motivasi yang dibuat suatu penulis bisa berhasil karena memang proses yang dialami penulis seperti itu. Jadi Anda sebaiknya menemukan penulis yang memang memiliki proses & latar belakang gagasan yang seperti Anda. Kebetulan saya juga sudah menemukan penulis yang karya2nya selalu pas buat saya.
Nah, sekarang kembali ke pertanyaan pada judul, “Apa teori sukses Anda?”. Jawabannya adalah terserah Anda. Mengapa demikian? Itu pasti, karena akan ada seribu satu jawaban yang bisa Anda berikan. Itu semua benar dan sah2 saja. Sukses itu memang unik, ia merupakan sesuatu yang tidak berpola. Apapun teori kesuksesan yang telah Anda pilih, lakukanlah dengan tekun. Ini poin yang terpenting. Jadi intinya bukan seberapa baik teori sukses Anda, tetapi seberapa tekun Anda bisa menjalankannya. Konsentrasi lah pada hal2 baik yang telah Anda yakini. Buat lah komitmen untuk terus tumbuh setiap hari. Apa yang terjadi pada Anda setiap hari jauh lebih berharga daripada ilmu apapun di dunia ini.
Sebagai penutup tulisan ini saya ingin menceritakan kisah perlombaan di ufuk mentari Afrika. Kisah ini adalah perjuangan hidup antara rusa dan singa. Setiap pagi rusa bangun dan ia harus lari lebih cepat dari singa atau ia akan mati. Hal yang sama juga terjadi pada singa, setiap bangun ia harus terus mencari rusa atau ia akan mati kelaparan. Tidak masalah apakah Anda seekor rusa atau singa, ketika matahari terbit, mulai lah berlari…
Regard,
|Alva Hendi|


konon, va, jenis motivasi yang bisa membuat manusia berjuang sampe (mungkin) melewati batas kemampuanya itu ada 2. yang pertama biasa disebut “cinta”, yang nomer 2 adalah “dendam”.
dan aku sendiri akhirnya melahirkan teori versiku: pikirkan tentang sesuatu yang belum atau setidaknya jarang dipikirkan oleh orang lain, kemudian berangkatlah dari situ, hohoho!
tumben postinganmu abot, va…gyahahahaha!
joesatch yang legendaris
21 April 2008 at 04:04
keren..
“ketika matahari terbit, mulailah berlari”
nurzj
21 April 2008 at 09:31
seru juga……..
bacanya,,,boleh donk bagi2 ilmu nya…
lagi………….
LINA**Z
21 April 2008 at 20:29
Kebanyakan buku-buku yang dijual itu memberikan embel-embel label “Best Seller”, padahal banyak sekali buku motivasi itu, hampir 30% mempunyai label “Best Seller”, pembeli merasa pusing juga, beli buku ini best seller, buku ini juga dan ini juga. Mungkin tinggal print “Best Seller” trus tempel yah he…
spn
22 April 2008 at 15:15
hehe.. kalau saya sukses adalah bagaimana bisa menikmati hidup, dan menikmati hidup itu sendiri.
Freddy Hernawan
22 April 2008 at 22:39
@ joesatch yang legendaris
abot? he3, sesuai ukuran badan joe…
@ nurzj
iya nung keren,aku juga suka kata2nya…
@ LINA**Z
salam kenal, alamat blognya kok gak ditulis…
iya nih lagi pengen nulis motivasi2 seperti ini… mudah2an berguna juga bt yg baca…
@ spn
he3 strategi marketing… kalo saya sih lebih percaya sama ‘penulisnya’ daripada label “best seller”…
@ Freddy Hernawan
yup, bagi saya sukses memang proses bukan hasil akhir yg dicapai…
alva.hendi
23 April 2008 at 17:36
“prepare for the worst, hope for the best”
ferdi
29 April 2008 at 11:13
Va, Bener juga pusing2 di gramed… syukur ada ide cemerlang dari ente ringan tapi…
Rotun
26 February 2009 at 08:54