Archive for October 2008
FINANCIAL FREEDOM Secara Islam, Adakah?!
Saya mendapatkan artikel yang cukup menarik dari salah satu blog Islamic Property Training. Kisah penggambaran kehidupan finansial para sahabat Nabi yang begitu baik dan disertai dengan penerapan langsung untuk kondisi saat ini. Selama ini pasti kita sering mendengar kisah zuhud nya para sahabat, tetapi zuhudnya para sahabat bukan karena mereka miskin tidak punya apa2. Justru para sahabat tetap zuhud saat kekayaan dunia ada tangannya!
Menarik untuk disimak tulisan berikut ini. Memang ada sedikit promosi di dalamnya. Tapi lebih banyak pelajaran yang bisa diambil. Semoga saja ini bisa menjadi pencerahan agar kita sebagai muslim mau membuka cakrawala kita untuk mendalami financial freedom yang ternyata telah dilakukan para sahabat Nabi ribuan tahun yang lalu.
**********************************************************
Digali dari kemapanan ekonomi sahabat Rasulullah SAW
Assalamu ‘alaikum wr wb,
Ba’da tahmid was sholawat
Salam Berkah…
Kebebasan Finansial (Financial Freedom) sedang banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Inti dari kebebasan finansial adalah adanya jaminan pendapatan yang kontinyu (passive income) dan jaminan finansial di hari tua. Dari terminologinya dan dari ide ini bermula, terkesan istilah ini seperti baru muncul pada belakangan ini, tapi sesungguhnya, Financial Freedom secara hakiki dan prakteknya bahkan sudah dilakukan para sahabat Rasulullah SAW 1400 tahun yang lalu.
“Ah, terang saja, kan para sahabat adalah manusia yang tidak bergantung pada uang karena mereka adalah orang yang zuhud!” mungkin itu yang terbersit dalam pikiran sebagian dari kita. Tapi yang ingin saya sampaikan adalah “FAKTA” bahwa para sahabat telah mengalami Financial Freedom dengan definisinya seperti yang juga dipahami saat ini.
Dalam sejarah tercatat, Umar bin Khattab RA ketika wafat meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp 160 juta (perkiraan konversi ke dalam rupiah). Itu berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta, berarti Umar mendapatkan penghasilan Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan!!!. (Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khattab ra, penerbit Khalifa, hal. 47 & 99)
Wow, luar biasa…
Wedding Party… (not mine)
Tulisan ini akan menjadi bukti otentik bahwa bukan saya yang menikah.. 
Well, tanggal 12 Oktober lalu menjadi serangkaian acara pernikahan kakak saya.. Pepatah jawa kuno yg mengatakan klo ‘mengurusi orang manten itu lebih susah daripada jadi mantennya sendiri‘, ternyata memang benar adanya.. Banyak hal yang harus dipersiapkan, sampai ada sedikit hal yg terlupakan, yaitu masalah undangan.. Ya, sampai seminggu sebelum pelaksanaan saya lupa mengundang teman2 sendiri untuk datang di acara ini!! Sorry guys…
Beruntung juru penyelamat datang di saat yg tepat. Adalah mbak Kiki yang menawarkan diri untuk mengabarkan ke temen2 yang lain untuk bisa datang di acara ini.. ![]()
Tapi ntah gimana ngumumkannya, eh malah dikira saya yg nikah.. jadi deh pada ngirim doa pernikahan segala macam ke saya… what d ?!#
Nah, ini dia jalannya cerita pernikahan mulai dari pagi sampe malam… with picture…

