| Alva Hendi |

continuous lifelong learning…

Archive for November 7th, 2008

Bisnis Apa yg Cocok buat Saya?

with 11 comments

Sepertinya ini merupakan pertanyaan populer bagi saya di dua bulan terakhir ini. Banyak teman2 yang menanyakan peluang bisnis yg terbaik untuk dijalani saat ini. Padahal saya sendiri juga baru memulai bisnis kan. Saya masih belum begitu mengenal seluk beluk di dunia bisnis. Dan pertanyaan yang tepat jika ingin memulai bisnis sebenarnya bukan ‘bisnis apa?‘ tetapi lebih tepatnya ‘mengapa bisnis?‘. Tapi tampak nya pertanyaan ‘what‘ lebih populer bagi kebanyakan orang dibanding ‘why‘ apalagi ‘how‘. Oke gak masalah sebenarnya, namun jika benar2 serius untuk terjun di dunia bisnis, fokuslah pada ‘why’ dan ‘how’ bukan semata2 pada ‘what’.

Lalu apa sebenarnya bisnis yang cocok bagi kita? Biasanya orang cenderung akan memulai bisnis dari 3 hal: skill yg dikuasai, hobby, dan kebutuhan pasar. Berawal dari tau bisa memunculkan orang untuk membuka bisnis. Wajar karena di situ memang bidang Anda. Sama halnya dengan hobby. Pasti lebih mudah bagi kita untuk menjalani bisnis jika memang hobby kita di situ. Terakhir dari kebutuhan pasar. Tidak ada bisnis namanya jika tidak ada permintaan. Hanya saja masalahnya kebutuhan pasar bisa fluktuatif. Jadi bisnis dengan mengkuti tren seperti ini harus benar2 cermat untuk diikuti.

Tapi menurut saya ada satu hal lagi yang bisa kita perhitungkan dalam memilih bisnis, yaitu dengan melihat orang lain yg sudah mapan menjalani bisnis ini. Apa contohnya? Semua bisnis property (real estate) dan piranti pendukungnya, eksporter, jual-beli otomotif, pertambangan, dan juga garmen. Hal2 seperti ini tidak bisa menipu. Jika kita gagal bisnis serupa, berarti bukan salah di bisnisnya, tetapi ada di diri kita sendiri karena banyak orang lain yg sudah berhasil di bisnis ini. Di sini saya tidak bicara tentang skala perusahaan besar, tapi bisnis2 yg dimulai dari perseorangan.

Kadang ada juga bisnis yang menipu, seolah2 besar tapi menurut saya hasilnya tak seberapa karena tingkat persaingan yang tinggi. Apa misalnya? Bisnis2 yg berhubungan dengan teknologi informasi. Di sini pelaku dituntut investasi ekstra baik secara pikiran dan uang. Bisnis mendirikan ISP misalnya, bukan karena saya pernah bekerja di ISP lantas mengatakan demikian, tetapi karena investasi yang cukup tinggi tidak sebanding dengan pemasukan. Selain itu turunnya ‘The Big Four‘ (Tsel, Telkom, Indosat, XL) untuk ikutan bermain di kelas eceran membuat persaingan kian memanas. Sangat berat rasanya bisa bertahan ke depannya. Sama halnya dengan software house yang memerlukan otak super untuk membuatnya, tetapi susah setengah mati untuk menjualnya.

Terlepas dari itu semua, bisnis itu sendiri memang unik. Jika Anda memang si Raja Midas, Anda tentu bisa berhasil di semua bidang yang tidak semua orang bisa berhasil di situ. Ambil saja contoh bisnis menjual air putih (aqua) atau air teh (sosro). Bisa berhasil juga kan. Jadi mengapa harus takut berbisnis jika semua peluang untuk berhasil itu terbuka lebar?

Written by Alva Hendi

7 November 2008 at 05:10

Posted in Entrepreneurship