Bisnis Apa yg Cocok buat Saya?
Sepertinya ini merupakan pertanyaan populer bagi saya di dua bulan terakhir ini. Banyak teman2 yang menanyakan peluang bisnis yg terbaik untuk dijalani saat ini. Padahal saya sendiri juga baru memulai bisnis kan. Saya masih belum begitu mengenal seluk beluk di dunia bisnis. Dan pertanyaan yang tepat jika ingin memulai bisnis sebenarnya bukan ‘bisnis apa?‘ tetapi lebih tepatnya ‘mengapa bisnis?‘. Tapi tampak nya pertanyaan ‘what‘ lebih populer bagi kebanyakan orang dibanding ‘why‘ apalagi ‘how‘. Oke gak masalah sebenarnya, namun jika benar2 serius untuk terjun di dunia bisnis, fokuslah pada ‘why’ dan ‘how’ bukan semata2 pada ‘what’.
Lalu apa sebenarnya bisnis yang cocok bagi kita? Biasanya orang cenderung akan memulai bisnis dari 3 hal: skill yg dikuasai, hobby, dan kebutuhan pasar. Berawal dari tau bisa memunculkan orang untuk membuka bisnis. Wajar karena di situ memang bidang Anda. Sama halnya dengan hobby. Pasti lebih mudah bagi kita untuk menjalani bisnis jika memang hobby kita di situ. Terakhir dari kebutuhan pasar. Tidak ada bisnis namanya jika tidak ada permintaan. Hanya saja masalahnya kebutuhan pasar bisa fluktuatif. Jadi bisnis dengan mengkuti tren seperti ini harus benar2 cermat untuk diikuti.
Tapi menurut saya ada satu hal lagi yang bisa kita perhitungkan dalam memilih bisnis, yaitu dengan melihat orang lain yg sudah mapan menjalani bisnis ini. Apa contohnya? Semua bisnis property (real estate) dan piranti pendukungnya, eksporter, jual-beli otomotif, pertambangan, dan juga garmen. Hal2 seperti ini tidak bisa menipu. Jika kita gagal bisnis serupa, berarti bukan salah di bisnisnya, tetapi ada di diri kita sendiri karena banyak orang lain yg sudah berhasil di bisnis ini. Di sini saya tidak bicara tentang skala perusahaan besar, tapi bisnis2 yg dimulai dari perseorangan.
Kadang ada juga bisnis yang menipu, seolah2 besar tapi menurut saya hasilnya tak seberapa karena tingkat persaingan yang tinggi. Apa misalnya? Bisnis2 yg berhubungan dengan teknologi informasi. Di sini pelaku dituntut investasi ekstra baik secara pikiran dan uang. Bisnis mendirikan ISP misalnya, bukan karena saya pernah bekerja di ISP lantas mengatakan demikian, tetapi karena investasi yang cukup tinggi tidak sebanding dengan pemasukan. Selain itu turunnya ‘The Big Four‘ (Tsel, Telkom, Indosat, XL) untuk ikutan bermain di kelas eceran membuat persaingan kian memanas. Sangat berat rasanya bisa bertahan ke depannya. Sama halnya dengan software house yang memerlukan otak super untuk membuatnya, tetapi susah setengah mati untuk menjualnya.
Terlepas dari itu semua, bisnis itu sendiri memang unik. Jika Anda memang si Raja Midas, Anda tentu bisa berhasil di semua bidang yang tidak semua orang bisa berhasil di situ. Ambil saja contoh bisnis menjual air putih (aqua) atau air teh (sosro). Bisa berhasil juga kan. Jadi mengapa harus takut berbisnis jika semua peluang untuk berhasil itu terbuka lebar?







Jadi mengapa harus takut berbisnis jika semua peluang untuk berhasil itu terbuka lebar?
betul sekaliii ::tepuktangan::
awik1212
7 November 2008 at 13:37
artikel yang menarik…
memulai bisnis
7 November 2008 at 14:16
tergantung wetonmu, va. kalo wetonmu selasa kliwon ya berarti kamu memang cocok jadi pedagang. kenapa? soale kamu ga cocok bekerja di air…
joesatch yang legendaris
7 November 2008 at 16:09
Biasanya orang cenderung akan memulai bisnis dari 3 hal: skill yg dikuasai, hobby, dan kebutuhan pasar.
Kebanyakan seperti itu mas, tp saya kok nggak ya…hehe saya kecemplung bisnis gak ada hubungannya dengan skill, apalagi hobby. Kalau kebutuhan pasar memang iya, tapi saya tau setelah saya kecemplung di bisnis itu
.
Dan benar, saya awalnya melihat orang lain yang sudah “lama” melanglang di dunia bisnis itu. Well skrng tinggal manage, dan memang bisnis is beautiful things…:D
Noe
9 November 2008 at 10:26
Pernah dengar tentang EU (Enterpreneur University) mas..?pusatnya di jogja tuh..tapi kurang tau dimananya..
aku pernah ngomong2 sama salah seorang lulusan sana. disana diajarkan bermacam2 ide2 gila untuk memulai usaha. Misalnya..kata mereka (ajaran disana), ada 3 syarat utama untuk memulai usaha agar sukses..!!
1. Untuk modal, jangan gunakan uang sendiri..
2. Jangan membuka usaha yang bidang itu kita kuasai, karena hal itu membuat kita nantinya kurang percaya untuk mempekerjakan orang-orang lain yang mungkin justru lebih ahli dari kita
3. Usaha itu jangan ditunggui..
Singkatnya itu deh..
Dan banyak ide2 gila lainnya….
————————–
Taufik Teguh P
10 November 2008 at 02:39
salam alva, apa kabar nih? btw, bisnis online cocok untuk orang yang sering di depan komp dan akses internet (like u) hehehe. That’s real business too, alv. Trus kalo mau bisnis, biasanya yang bisa longlife gitu sampe passive income sih ya bisnis franchise, network marketing, dll. Sebenarnya bisnis apapun bagus ya, asalkan serius dan ga anget2 telek ayam (weks). Dibangun manajemennya biar nanti kalo udah besar bisnisnya kita ga perlu lagi turun sebagai single fighter (dah kerasa pengalamannya soalnya, cuapek euy). Nah biar uapik tenan itu bisnisnya, dimulailah dengan yang dekat2 dengan kita misalnya yang kita sukai atau hobby juga bisa dibisniskan. Kalo evy saat ini lagi bangun usaha networking and bisnis online juga. Lumayan lah….mau mencoba? good luck va.
Btw lagi, maren anak2 smunli dateng ke rumah, si Toni ama Rahmat pulang juga. Nt kapan ke medan lagi hehe. salam buat imbar ya
—————-
evyta
10 November 2008 at 08:01
Bisnis memang salah satu alternatif dan bahkan andalan dalam memulai perbaikan ekonomi Indonesia..
Saya tertarik dengan bisnis, dan memang dari SMA sudah mulai melakukannya walaupun skala kecil. Setelah lulus dan merasakan jadi karyawan saat ini, betul-betul bisnis lebih menyenangkan daripada menjadi seorang karyawan..
membuat hidup serasa lebih hidup..
ciao mas Alva..
NB: Bisakah di ADD Web ku di situsmu ini..
~theArjuna.
theArjuna
11 November 2008 at 18:57
jangan mau va! jangan mau ngeadd si widi. dia cuma pengen nebeng ngetop
Satch
12 November 2008 at 15:46
Wow bravo mas alva. saya sih sebaiknya memulai sesuatu bisnis itu dengan yang saya cintai dulu. biar enak jalaninnya.
@Joe, memangnya para IT worker ada weton2nya ya
Wim Permana
14 November 2008 at 03:01
Saya sangat tertarik terjun di dunia bisnis karena saya sudang menganggur lagi setelah habis masa kontrak kerja, tetapi saya binging harus mulai dari mana, bagaimana?
Seperti Evyta bilang “….Misalnya..kata mereka (ajaran disana), ada 3 syarat utama untuk memulai usaha agar sukses..!!
1. Untuk modal, jangan gunakan uang sendiri..
2. Jangan membuka usaha yang bidang itu kita kuasai, karena hal itu membuat kita nantinya kurang percaya untuk mempekerjakan orang-orang lain yang mungkin justru lebih ahli dari kita
3. Usaha itu jangan ditunggui….”
Pertanyaan
1. Jadi bagaimana cara mengumpulkan modal dari orang lain atau dari sebuah lembaga (mis:bank)
2. Maksudnya sebuah usaha yang kita masih awam tentangnya yah? Hm….apa ga salah? Bukannya kalao kita ga ngerti usaha itu akan pailit?
3. Saya tidak ingin menunggu usaha tetapi saya bingung harus start dari mana, bagaimana Palningnya.
Tolongin saya dong Mas-mas, Mbak-mbak, karena saya 100% pengen terjun, karena “pengangguran” memang pahit (bukankah pengangguran dekat dengan maling, pengganggu anak orang, sampah masyarakat).
Saya tau kalau modal jangan pakai uang sendiri, ini sesuai dengan jiwa entrepreneurship dimana semua pekerjaan betul2 di mulai dari nol tanpa punya apa-apa.
Tolong Saran2nya dikirimkan ke email saya: iwan.aja.99@gmail.com
Trims yach mas/mbak.
Iwan
10 December 2008 at 16:31
bingung……….?
akhmadi
12 January 2009 at 15:36