| Alva Hendi |

continuous lifelong learning…

Polisi tangkap ribuan Preman! Lah Polisinya aja juga Preman…

with 8 comments

Seperti dikutip dari Kompas.com:

JAKARTA, SENIN – Sebanyak 3.184 preman berhasil diciduk oleh tim Operasi Penegakan Hukum, yang akhir-akhir ini gencar dilaksanakan oleh Mabes Polri. Dari jumlah tersebut, 369 orang ditahan dan diproses secara hukum, dan sisanya, sebanyak 2.917 dibina, dan dilepaskan.

Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Irjen Polisi Susno Duadji, menjamin, operasi yang bertujuan untuk menekan rasa takut masyarakat akibat keberadaan preman akan dilakukan secara terbuka dan transparan.

Sebagai masyarakat, saya menghargai dan sangat mendukung langkah nyata polisi dalam memberantas premanisme di Indonesia. Gebrakan pak kapolri perlu diacungi jempol. Terlebih sekarang masyarakat dimudahkan dalam melaporkan berbagai tindak kejahatan para preman baik melalui call center, sms atau website.

Nah, pertanyaan saya, kalau polisinya yg jadi preman warga harus lapor kemana dong? Saya punya pengalaman gak enak banget sama polisi preman ini. Kejadiannya sekitar bulan puasa lalu. Kakak saya jadi korban tabrakan beruntun dengan seorang pengendara motor wanita lainnya. Mobil dan dua motor di depan sudah minggat lebih dulu. Karena memang kondisinya parah akhirnya di bawa ke dokter terdekat dan motor diangkut polisi. Awalnya polisi menjanjikan untuk mengambil motor setelah selesai berobat. Tapi karena kesiangan dan kantor sudah tutup, kami diharuskan mengambil esok harinya di bagian lalu lintas.

Nah, apes bukan main. Pada waktu pengambilan motor, kami diharuskan membayar uang Rp 350.000,- kepada oknum polisi yg gak jelas ini. Padahal kami telah keluar biaya untuk pengobatan yang juga tidak murah. Hal yang sama untuk korban satunya. Padahal jelas2 mereka berdua adalah korban yang sama2 dirugikan. Bahkan seharusnya bisa menuntut yg menabrak. Nyatanya untuk mengambil motor saja harus membayar sebesar Rp 350rb. Karena keberatan akhirnya kami tawar menjadi 150rb. Yang anehnya saat dimintai bukti pembayaran, petugas enggan memberikan, justru menyuruh kami menyelipkan uang di antara berkas kecelakaan.

Kami tidak puas dan merasa dibodohi polisi, tapi bingung mau ngadu kemana. Sudah terpatri di pikiran kami bahwa dimana2 polisi sama saja. Harapan saya, pak polisi tidak hanya memberangus preman2 di luar, tapi juga memberangus preman2 di dalam tubuh kepolisian itu sendiri.

poster polisi

Written by Alva Hendi

11 November 2008 at 22:23

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. kenapa ga kamu gebuki aja pusi’ilnya di tempat, va? badan ente kan gembrot gede :mrgreen:

    Satch

    12 November 2008 at 15:44

  2. Bagaimanapun juga harus dihargai niat baik polisi untuk memberantas preman. kita, sebagai masyarakat dan sebagai warga negara yang baik mestinya pun ikut membantu polisi dengan cara memberikan laporan. Sementara kita berpikir positif dulu aja deh, berpikir positif klo laporan kita itu akan di tanggapi dengan baik. kemudian kita lihat hasil kerja polisi.

    Klo tentang polisi yang jadi preman, kita tidak boleh langsung men-genarisasi. karena seharusnya tugas polisi adalah menjaga keamanan di masyarakat. Jadi coba aja laporkan melalui SMS pada pejabat polisi setempat. disini juga akan diuji kesungguhan dari polisi dalam memberantas premanisme. baik Preman tengik, maupun Preman berseragam.

    :D

    Jan

    13 November 2008 at 08:43

  3. wah men-jelehi-kan ulah polisinya,
    va, kebetulan tetanggaku itu polisi,
    jadi katanya dia, kalau kita sebagai masyarakat merasa di perlakukan “aneh-aneh” oleh oknum,
    kita tinggal hafalin nama poisi yang tercantum di baju seragamnya, lalu kita laporkan kepada temenku itu, ntar temenku pasti minta duit juga HAHAHAHAHAHAHAHA

    REMUK!!!!

    engga ding, ntar temenku sing nglaporin ke kapolres, eh kapolsek, eh kapol tertinggi apa namanya kapolri? hahahahah gitu,
    pokoke hafalin nama polisinya

    awik

    13 November 2008 at 21:09

  4. kayanya negara ini memang sudah rusak dari atas ke bawah,
    susah..
    wong yang jadi “preman” bukan cuma preman saja..
    ya polisi..
    ya tni..
    ya nasib..nasib… :D

    fahmi

    18 November 2008 at 20:15

  5. kalo ada polisi “miring” begitu, laporin ke bagian P3D (provoos polisi), atau sekalian ke Paminal Polda, dia bisa diproses dan dijamin dia bakal ga nyenyak tidurnya. Jangan takut lah, sekarang ga jaman lagi polisi macem2. Atau punya temen wartawan? Masukin aja ke koran, bisa keringat dingin tuh polisi.

    provoos

    23 November 2008 at 18:11

  6. seandainya Anda pernah touring sendirian, saya yakin Anda lega melihat rekan-rekan polisi membantu mengatur lalu-lintas.

    mungkin antara polisi dan uang harus benar-benar dipisahkan, tidak seperti sekarang di mana polisi juga pegang uang…

    sonicskye

    2 December 2008 at 22:43

  7. sebenarnya sih menurut gw tuh polisi en lu jg salah, kenapa mau bayar utk hal yang gak jelas en gak sesuai prosedur gt. Kl memang jangal, cari tau apa itu prosedurnya. Kadang2 mereka terbiasa jadi ‘preman’ karena masyarakat jg menkondisikan’ mereka seperti itu. Kyk kucing ditawarin ikan asin ya gak nolak, malah minta terus….

    alva: ‘mau’..? wah klo gw ikhlas ngasihnya sih ga mgkn nulis di blog ini fen, itu jalan terakhir dan karena dah 3 hari gak ada hasil. mo ngadu jg gak tau kmrn dimana..

    fenni

    27 February 2009 at 13:19

  8. sama malah kemaren pas aku kejadian tabrakan malah polisi minta 500rb mungkin karena aku keturunan tionghoa jadi polisinya meras banyak
    terus kalau ga bayar motorku yang ditahan katanya mau tidak tanggung jawab kalau ada yang hilang sparepartnya kalau kelamaan ngambilnya

    karismalovers

    13 March 2009 at 10:16


Leave a Reply