| Alva Hendi |

continuous lifelong learning…

Archive for December 2008

20 Entrepreneur Internet Muda berusia di bawah 21 tahun

with 16 comments

“Internet Success Has No Age Limit”

Situs Retire@21 merilis daftar 20 entrepreneur internet muda yang berusia di bawah 21 tahun. Menarik diamati bahwa kesuksesan di internet ternyata tidak dibatasi oleh umur. Kesuksesan Bill Gates–lewat microsoft–menjadi pemuda terkaya di dunia beberapa dekade silam telah mengilhami banyak orang untuk menirukan langkah serupa. Pasalnya bisnis yang dijalankan Gates bukanlah penjualan benda real yang bisa disentuh langsung, tetapi lebih kepada ide, kreativitas, dan gagasan.

Di era internet seperti sekarang ini memang telah mengubah cara orang bekerja dan mencari uang. Mau tidak mau kita memang dituntut beradaptasi dengan zaman. Sekarang ini melalui internet banyak hal-hal yang tidak terlihat justru merupakan pundi-pundi terbesar penghasil uang. Hal ini telah dibuktikan oleh ribuan entrepreneur muda yang ada dalam daftar Retire@21 dan berikut ini daftar 20 terbaiknya:

1. Catherine Cook


MyYearBook – www.MyYearBook.com

Why Catherine :

Catherine Cook melalui MyYearBook.com memiliki 5 juta member di seluruh dunia. Memulai bisnisnya dari bangku SMA (17 thn), dia dan dua saudaranya yakin bahwa situs jaringan sosial miliknya bisa mengalahkan Myspace dan Friendster. Untuk membuat situs ini, mereka menyewa perusahaan IT dari India. Pendapatannya diperkirakan mencapai $10 juta.

2. Ashley Qualls


WhatEverLife – www.WhatEverLife.com

Why Ashley Qualls :

Ashley Qualls, cewek berusia 14 tahun ini pernah diberitakan yahoo mendapatkan penghasilan dari Google Adsense sebesar $70.000/bulan melalui situs WhatEverLife.  Situs pembuat kode untuk layout Myspace ini dikunjungi sebanyak 250.000 visitor tiap harinya, dimana jumlah ini melebihi rating situs majalah remaja seperti Teen Vogue, Seventeen & Cosmogirl. Situs ini dibuat saat dia berusia 14 tahun dan saat ini dia telah mendapatkan sekitar $ 4 juta.

3. Paul Bourqe


UberAffiliate – www.UberAffiliate.com

Why Paul Bourqe :

Melalui program Affilitate Marketing, Paul Bourqe yang baru berusia 19 tahun telah mengelola 544.120 member dan berhasil mendapatkan penghasilan lebih dari $500.000 dalam sebulan. Saat ini Paul memutuskan untuk pensiun dari perguruan tinggi yang telah dijalaninya selama setahun dan memilih full time menjalani internet marketing.

Read the rest of this entry »

Written by Alva Hendi

10 December 2008 at 12:43

The ART of Science

with 3 comments

“SCIENCE is boring… ART is stupid…”

Ungkapan yang sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi di telinga kita. Faktanya ketika keduanya digabungkan kita justru mendapat hasil karya cipta yang mengagumkan.

Pertama, saya tidak sengaja mengunjungi website Made with Molecules yang menawarkan liontin perak dengan motif molekul. Terdengar aneh bukan? Tapi ternyata bentuk jadinya justru menarik. Anda bisa membeli liontin dengan bentuk molekul glukosa, amino, kafein, serotonin, chocolate, dsb. Bentuk yang kreatif ini belum ada di Indonesia, mungkin tidak ada salahnya Anda mencoba bisnis ini.

Bracelet bentuk molekul

Pendant Motif Molekul

Kemudian saya teringat hasil karya putra Indonesia juga tidak kalah mentereng. Lihat saja software jBatik, software yang mendesain pola batik, mula-mula gambar batik diolah dan dibuat distribusi frekuensinya, kemudian dimensinya dihitung dan dibuat fraktalnya. Dari satu rumus saja, bisa dihasilkan banyak motif desain.

Software JBatik yang merupakan kombinasi ART-Science-Technology telah mendapat berbagai penghargaan seperti Asia Pacific ICT Award (APICTA) 2008, kategori “Tourism and Hospitality”; penghargaan luar biasa dari UNESCO; 100 Best Indonesia Innovations 2008; dan Indonesia ICT Award.

Kontes Art of Science yang diselenggarakan Princeton juga mendapat sambutan luar biasa. Kontes yang dimulai sejak tahun 2005 ini telah menghasilkan banyak dokumentasi seni yang terbentuk dari sains. Kunjungi gallery berikut untuk melihat koleksinya.

Penggalian sains untuk seni seperti ini memang kurang di negeri ini. Padahal potensi budaya kita sangat banyak. Bahkan jika mau, pemanfaatan sains untuk hiburan pun hasilnya juga cukup bagus. Lihat saja film2 serial TV yang dikemas tidak dalam bentuk dokumenter seperti CSI, Greys Anatomy, House MD juga selalu masuk unggulan TV show.

Dunia sains memang luas sekali pemanfaatannya. Mungkin Anda bisa menambahkan lagi setelah ini. Sebaiknya memang kita mencoba menggali potensi sains menjadi hal yg menarik seperti ini. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Written by Alva Hendi

9 December 2008 at 08:26

Posted in News & Media

Tagged with , , , , , ,

Segala Sesuatu Dimulai dari Impian

with 4 comments

Dari setiap seminar tentang bagaimana menjadi sukses, selalu dikatakan pentingnya sasaran, pentingnya goal, atau pentingnya impian. Tapi jarang sekali dijelaskan bahwa “Bagaimana cara memanfaatkan impian tadi untuk mencapai apa yang kita inginkan?” Daripada kita terus menerus memikirkan impian, lebih baik kita berfikir mulai dari impian.

Hari ini adalah milik orang – orang yang sekian ratus tahun yang lalu, atau sekian puluh tahun yang lalu, atau sekian tahun yang lalu, karena mereka berani bermimpi besar, dan terus berfikir mulai dari mimpinya dan menyusun rencana untuk mencapai apa yang dia impikan.

Dulu orang tidak bisa terbang, sekarang ada pesawat terbang. Dulu TV setebal 1 meter sekarang TV tebal nya 10 cm besok TV bisa digulung bahkan besok TV dalam bentuk ballpoin yang bisa 3 dimensi yang begitu indahnya.

Nah semua ini awalnya dari impian. Caranya adalah kita tarik turun dari impian ke masa-masa sekarang: apa saja yang kita harus kerjakan untuk mencapai impian ini, sehingga Impian2 tadi bisa jadi sangat – sangatlah luar biasa. Nah, impian ini harus dimulai dari keinginan kita, untuk menjadi lebih baik dari hari ini. Ketika manusia tidak mau menjadi lebih baik lagi, dia akan kehilangan gairah dan hidupnya akan biasa – biasa saja.

Jadi kita harus terus selalu mempunyai impian yang lebih baik, lebih baik dari apa yang sudah kita miliki hari ini. Dengan impian tadi, kita jadi lebih semangat, jadi lebih bergairah, jadi lebih maju, lebih berarti untuk orang banyak.

Seperti yang dikatakan oleh Steven R Covey dalam bukunya 7 HABBITS: “Mulailah dari impian”. Bahkan dia lebih parah lagi, dia omong: “Mulailah dari yang akhir”. Dia minta kita: seolah – olah kita sudah meninggal dunia, dia minta kita membacakan kata – kata yang akan kita bacakan pada diri sendiri: “Orang ini seperti apa? Orang ini bagaimana?”

Jadi Kita harus membayangkan apa kita maunya terlebih dahulu. Dan kalau kita bisa membayangkan begitu jelasnya, dunia bisa menjadi milik kita. (Tung Desem Waringin)

Written by Alva Hendi

8 December 2008 at 20:00

Posted in Lifelong Learning

Pilih 3 hal ini…

with 3 comments

Dalam memilih pekerjaan ataupun bisnis sering kali orang terbalik, sering kali orang memilih yang paling mudah terlebih dahulu. Walaupun dia tidak suka atau tidak menghasilkan seperti yang dia inginkan, dia tetap saja memilih yang paling mudah.

Contohnya: Ketika orang lulus kuliah atau lulus sekolah, pertama kali pekarjaan apapun yang diterima, sering kali dia
tekuni sampai dia mati, ataupun dipecat ataupun ceritanya pensiun dia tidak berubah pekerjaan.

Kenapa? Karena dia mencari yang mudah. Dalam hidup ini kalo Anda cari yang mudah, Anda dapat yang mudah tapi belum tentu menghasilkan, tapi kalo Anda ceritanya cari yang menghasilkan dan yang Anda suka, mendadak hidup Anda
akhirnya jadi mudah.

Jadi No. 1 didalam hidup memilih bisnis ini kita harus pilih goal – goal kita yang seperti apa? Goal keuangan, goal apapun,
goal kesehatan, goal waktu kita, goal relationship kita, goal intelektual kita, mental kita dan kemudian kita sadari
goal – goal tadi kira – kira butuh uang berapa? Butuh biaya berapa? Dan kemudian sadari goal – goal kita tadi butuh biaya berapa dan kapan. Dan dari biaya berapa, kita hitung kita butuh uang itu umur sekian umur sekian.

Dari situ baru kita cari: Bisnis – bisnis apa atau Pekerjaan apa yang bisa menghasilkan ke arah sana dalam waktu yang
seperti saya inginkan. Bisnis tadi bisa jadi banyak sekali, setelah ditulis, baru kita pilih: Mana yang kita suka.

Kita harus memilih yang kita suka, karena kalau kita tidak suka, tidak bisa jalan. Coba bayangkan: “Apakah Michael Jordan bisa sukses seperti hari ini, tapi ternyata sebetulnya dia tidak suka basket?” Tidak mungkin. “Apakah Madonna tidak suka nyanyi, tidak suka nari?”. Tidak mungkin.

Nah kita cari yang kita suka. Anda tanya: “Boleh tidak: yang menghasilkan tapi kita tidak suka?”. Jawabnya: “Boleh” dengan syarat: secepat mungkin kita delegasikan.

Saran saya: cari yang Anda suka, tapi menghasilkan, menghasilkan suka. Kemudian dari yang menghasilkan dan Anda suka, baru pilih mana yang mudah dicapai. (Tung Desem Waringin)

Written by Alva Hendi

8 December 2008 at 19:37

Posted in Lifelong Learning