Di sini semua orang bekerja keras…
Hal yang paling saya kagumi dari Batam adalah di sini semua orang bekerja keras membangun mimpi dan harapan. Tidak peduli apa latar belakang pendidikan, serta suku Anda semuanya bekerja untuk meraih mimpi. Semua kesempatan masih terbuka lebar di sini, apakah Anda ingin mengembangkan sektor perdagangan, pendidikan, teknologi, atau industri. Sehingga peluang Anda untuk berhasil menurut saya masih sama besarnya dengan orang lain.
Iya benar, ini yang paling saya kagumi di Batam. Saya sendiri kagum saat melihat bagaimana semangatnya mahasiswa saya bekerja di pagi hari dan kemudian kuliah di malam hari. Bahkan etnis Tionghoa, yang di jawa sudah menjadi raja karena menuai hasil dari kerja keras mereka, di Batam ini masih sama-sama membangun istana masa depan. Mereka giat sekali membangun kerajaan bisnisnya agar masa depan anak-anak mereka menjadi lebih baik. Gambaran suasana kerja keras seperti ini mungkin yang bagi beberapa orang menjadikan Batam sebagai tempat yang kurang bersahabat. Tetapi sekali lagi, di sini semua aspek masih bisa di bangun dan yang diperlukan memang ketekunan dalam mewujudkan mimpi tersebut.
Kembali ke masalah bekerja. Mungkin karena di Batam ini industri sangat banyak, saya merasa jarang sekali melihat adanya pengangguran di Batam. Jarang di sini bukan berarti tidak ada, pasti ada tetapi memang minim sekali jumlahnya. Makanya di Batam jarang sekali Anda lihat pengamen, pengemis atau gelandangan di perempatan jalan. Berbeda dengan di Jakarta atau bahkan di Jogja tempat saya tinggal sekalipun. Di sana karena keterbatasan lapangan pekerjaan, maka pengemis dan pengamen pun dijadikan profesi.
Batam sendiri sebenarnya merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Dari segi usia penduduknya, batam memang tergolong masih muda. Rata-rata usia yang ada di batam adalah tingkat produktif, sehingga semua orang masih bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kota ini benar-benar kota pekerja, siang dan malam, dimana-mana Anda akan menemukan para pekerja industri dan bisnis (dalam jumlah terbatas). Di sini terdapat beberapa sentra industri dengan penataan dan pengembangan fasilitas khusus industri. Secara sekilas mirip kompleks pertokoan tetapi ini semuanya adalah pabrik/industri.
Nah, terakhir bagi Anda yang memang mempunyai peluang bekerja di sini, saya kira ini kesempatan baik karena peluang sukses untuk masa depan memang masih tinggi. Hanya saja memang tidak mudah untuk mewujudkannya. Tetapi saya percaya semua kerja keras yang kita lakukan saat ini pasti akan ada hasilnya. Terlepas dari kita bisa merasakan atau tidak. Jika bukan untuk kita paling tidak kerja keras kita akan diwariskan untuk anak cucu kita kelak.


Hi..nice story u hv here..
Tadi lagi jalan² di random bLog, eh nemu blog na kakak..hahahaha..
postingan sebelumnya juga menceritakan saat pertama kali nyampe batam yah?
jadi stay disana masi belum lama dumz?
gimanaaaaa betah disana?
Kayanya kakak kagum banged ama Batam, udah banyak loh yang berbondong² kesana, emangnya lapangan kerjanya masi banyak seperti issue yang beredar?
Btw..salam knaL…saia eCha dari Medan, maap dateng² langsung nyerocos
3cha
12 June 2009 at 16:22
hi echa, dua artikel ttg batam ini sebenernya buat lomba blog jd penuh penghayatan nulisnya..
secara umum masih potensial lah di batam.. mgkn beberapa tahun lagi bisa nyusul medan, he3..
kagum bgt sih nggak, aku lbh cinta medan..
medan tinggal dimananya?
aku sendiri dah sering pindah2 kok.. dulu kecil di semarang, trs besar di medan, trs kuliah di jogja, trs kerja di batam.. gak tau habis ini terdampar dmn lagi diri ini..
Alva Hendi
13 June 2009 at 13:20
seru2 aku jd semangat hbs bc blog k2…ak jg pendatang ka di batam, lg merintis karir disini hihi…setuju klo kota batam kota pekerja!
zwesti
31 July 2009 at 12:46
alva, mau dong diajak proyek di batam..
*apa kabar, aku masih belom selese s2 nih*
Kosha
2 September 2009 at 21:11